Cerita Kejujuran Pria Kembalikan HP yang Ditemukan di Masjid
Cerita Kejujuran ini sangat luar biasa. Pria ini Sedikit pun tak terbesit mengambil handphone yang ditemukannya. Bahkan, pemberian uang sebagai tanda terima kasih dari pemilik ditolak.

Dalam akun facebooknya Gatot Ponco N menceritakan pengalaman yang dialaminya. Pada 29 Desember 2015, Gatot dan istri naik motor dari Kota Malang ke Ponorogo melalui Blitar. Di daerah Wlingi, Blitar, Gatot berhenti untuk salat zuhur, lalu melanjutkan perjalanan sampai Ponorogo.

Saat di Ponorogo, Gatot, baru sadar jika HP nya tidak ada di saku atau di dalam tas. Setelah itu, dia memakai HP sang istri menghubungi telepon genggamnya. Di ujung telepon terdengar seorang pria mengatakan HP tertinggal di teras masjid.

“Beliau simpan (ponselnya). Padahal banyak orang dikondisi tersebut akan segera mematikan HP atau membuang kartunya dan memakai HP nya,” kata Gatot.

Gatot lalu meminta izin HP tersebut diambil oleh temannya Shanti Widyawati yang rumahnya di Blitar. Luar biasanya, pria itu menolak dan memilih mengirim HP agar Gatot bisa segera menggunakannya kembali.

“Insya Allah beberapa hari sampai di Ponorogo, minta tolong dituliskan alamatnya,” kata Gatot menirukan ucapan pria itu.

Esoknya, lanjut Gatot, sang pria mengirim pesan singkat ke nomor HP istrinya memberitahukan jika HP sudah dikirim pakai JNE. “Beliau takut saya khawatir, beliau berkata lagi Insya Allah beberapa hari lagi paketan akan sampai di Ponorogo,” tuturnya.

Gatot begitu terharu, paket HP sudah diterimanya. Yang bikin Gatot kaget sang pengirim sengaja tidak mencantumkan namanya, di paket hanya tertulis pengirim: ‘Saudaramu di Blitar’.

“Begitu mulianya beliau. Bahkan sesaat kemudian saya telepon beliau mengucapkan terima kasih dan menanyakan alamat beliau pun enggan memberikan alamat bahkan nama,” ungkapnya.

Gatot pun berdoa semoga kebaikan pria tersebut kelak mendapat balasan setimpal.

“Saya yakin kata-kata terima kasih tidak bapak harapkan termasuk share saya di FB. Tapi saya hanya ingin berbagi masih banyak orang baik di sekitar kita dan kita pun punya kesempatan belajar mencontoh keikhlasan bapak menjadi orang baik,” tandasnya.

Cerita Kejujuran Pria Kembalikan HP yang Ditemukan di Masjid

Cerita Kejujuran Pria Kembalikan HP yang Ditemukan di Masjid
Cerita Kejujuran ini sangat luar biasa. Pria ini Sedikit pun tak terbesit mengambil handphone yang ditemukannya. Bahkan, pemberian uang sebagai tanda terima kasih dari pemilik ditolak.

Dalam akun facebooknya Gatot Ponco N menceritakan pengalaman yang dialaminya. Pada 29 Desember 2015, Gatot dan istri naik motor dari Kota Malang ke Ponorogo melalui Blitar. Di daerah Wlingi, Blitar, Gatot berhenti untuk salat zuhur, lalu melanjutkan perjalanan sampai Ponorogo.

Saat di Ponorogo, Gatot, baru sadar jika HP nya tidak ada di saku atau di dalam tas. Setelah itu, dia memakai HP sang istri menghubungi telepon genggamnya. Di ujung telepon terdengar seorang pria mengatakan HP tertinggal di teras masjid.

“Beliau simpan (ponselnya). Padahal banyak orang dikondisi tersebut akan segera mematikan HP atau membuang kartunya dan memakai HP nya,” kata Gatot.

Gatot lalu meminta izin HP tersebut diambil oleh temannya Shanti Widyawati yang rumahnya di Blitar. Luar biasanya, pria itu menolak dan memilih mengirim HP agar Gatot bisa segera menggunakannya kembali.

“Insya Allah beberapa hari sampai di Ponorogo, minta tolong dituliskan alamatnya,” kata Gatot menirukan ucapan pria itu.

Esoknya, lanjut Gatot, sang pria mengirim pesan singkat ke nomor HP istrinya memberitahukan jika HP sudah dikirim pakai JNE. “Beliau takut saya khawatir, beliau berkata lagi Insya Allah beberapa hari lagi paketan akan sampai di Ponorogo,” tuturnya.

Gatot begitu terharu, paket HP sudah diterimanya. Yang bikin Gatot kaget sang pengirim sengaja tidak mencantumkan namanya, di paket hanya tertulis pengirim: ‘Saudaramu di Blitar’.

“Begitu mulianya beliau. Bahkan sesaat kemudian saya telepon beliau mengucapkan terima kasih dan menanyakan alamat beliau pun enggan memberikan alamat bahkan nama,” ungkapnya.

Gatot pun berdoa semoga kebaikan pria tersebut kelak mendapat balasan setimpal.

“Saya yakin kata-kata terima kasih tidak bapak harapkan termasuk share saya di FB. Tapi saya hanya ingin berbagi masih banyak orang baik di sekitar kita dan kita pun punya kesempatan belajar mencontoh keikhlasan bapak menjadi orang baik,” tandasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar